5 Rekomendasi Sekolah Penerbangan di Indonesia Non Kedinasan 2022 dan Anggarannya

Rekomendasi Sekolah Penerbangan – Penerbangan sebagai salah satu sekolah yang digemari oleh kaum muda, spesial mereka yang gemar terjun ke dunia penerbangan. sekolah penerbangan biasanya terjadi dari sekolah kedinasan dan non kedinasan. Perbandingan keduanya terletak pada lembaga yang menjaga, pembagian lulusan, dan anggaran yang di keluarkan. Bagi kamu yang terdorong ingin menuntut pendidikan di sekolah penerbangan, ada sebagian sekolah penerbangan di Indonesia yang bisa sebagai rekomendasi kamu. Berikut lima sekolah penerbangan non kedinasan di Indonesia dan anggaran sekolahnya, sebagaimana yang dipublikasikan dari masing-masing situs resmnya

 5 Sekolah Penerbangan non kedinasan dan Anggaran Sekolah Penerbangan di Indonesia

1. Bali International Flight Academy

Bali Internatioal Flight Academy (BIFA) merupakan sekolah penerbangan yang ada di Bali. BIFA juga merupakan sekolah favorit di Indonesia. BIFA telah meloloskan setidaknya 650 siswanya yang sekarang bekerja di sejumlah maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, seperti di Garuda Indonesia hingga Lion Air, Citilink, Batik Air, Air Asia, DLL Anggaran pendidikan di BIFA sejumlah Rp 985 juta yang dibayarkan selama 5 kali. Anggaran tersebut belum termasuk asuransi kecelakaan dari siswa sebesar Rp 12, 5 juta dan deposit siswa Rp 25 juta.

2. Bandung Pilot Academy

Bandung Pilot Academy (BPA) didirikan pada tahun 2008, Bandung Pilot Aademy (BPA) telah mendidik ratusan cadet dalam 10 tahun terakhir. BPA membentuk sekolah penerbang yang mengadopsi teknologi abad 21 (The 21st Century Flying School). Siswa yang ingin berprofesi pilot harus menjalankan traning 4 program selama 12 bulan. Traning itu termasuk dari Instrument Rating, Multi-Engine Rating, Commercial Pilot License, dan Private Pilot License. Anggaran pendidikan BPA sejumlah Rp 850 juta yang dibayarkan selama 12 periode.

3. Nusa Flying International

Nusa Flying International (NFI) beridri dalam tahun 2008. Flight traning dilakukan di Bandara Radin Inten II Bandara Lampung, dan Bandara Ahmad Yani Semarang. Kedua Bandara ini adalah bandara komersil maka setiap cadet akan mendapatkan pengetahuan berkomunikasi dengan petugas ATC untuk setiap kali latian terbang
Anggaran pendidikan NFI sejumlah Rp 828 juta yang dibayarkan selama 18 periode atau 1,5 tahun

4. Aero Flyer Institute

Aero Flyer Institute adalah sekolah penerbangan swasta yang berada di bawah bimbingan Batavia Air dan berkantr pusat di Jakarta Pusat. Pelatihan penerbangan siswa dilaksanakan di Komplek Bandara Mas dan Bandara Budiarto, Tangerang. Aero Flyer Institute, berlokasi di Serdang Wedan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Anggaran pendidikan Aero Flyer Institute sejumlah Rp 880 juta yang dibayarkan selama 24 perioder atau 2 tahun.

5. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug Tangerang

STPI Curug adalah perguruan tinggi kediknasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republk Indonesia. STPI disebut juga oleh Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) mempunyai visi sebagai pusat unggulan pendidikan penerbangan yang mandiri, berstandar nasional dan internasional. Visi STPI adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas dan profesional. Sedangkan misinya adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan terapan dalam bidang penerbangan demi mencerdaskan bangsa dan menciptakan penerbang-penerbang yang bermutu tinggi. Anggaran pendidikan di STPI Curug sekitar Rp 65 juta hingga 88 juta.